Mitra, Trendkawanua.com – Di tengah hiruk-pikuk industri pertambangan yang kerap digambarkan dengan gemerlap kekayaan dan kontroversi, muncul sebuah narasi berbeda dari kawasan Ratatotok, Sulawesi Utara.
Sosok Alen Taroreh, seorang pengusaha yang namanya lekat dengan aktivitas pertambangan emas di wilayah tersebut, justru memilih jalan kontemplatif dengan mengedepankan kesederhanaan dan pendekatan humanis dalam kesehariannya.
Berbeda dengan stereotip pengusaha tambang pada umumnya, Alen dikenal luas oleh warga setempat karena gaya hidupnya yang bersahaja. Jumat (10/7/2026)
Ia memilih untuk menjalani aktivitas dengan prinsip “low profile”, kerap muncul di tengah masyarakat hanya dengan mengenakan celana pendek dan ditemani senyuman ramah.
Kediamannya yang sederhana di Ratatotok menjadi titik temu yang mencairkan jarak antara dirinya sebagai pengusaha dengan masyarakat sekitar.
“Kunci sukses itu bukan karena siapa yang paling kuat secara materi, tetapi karena bagaimana kita bisa menjalin hubungan kerja dan sosial yang baik dengan semua pihak,” ujar Alen saat ditemui di kediamannya
Pendekatan ini terbukti ampuh menciptakan suasana harmonis. Warga Ratatotok mengaku nyaman dengan keberadaan Alen yang tidak pernah menunjukkan sikap superior.
Dalam kesehariannya, ia aktif membangun komunikasi dua arah dan menjadikan kerja sama yang berkesinambungan sebagai fondasi dalam setiap urusan bisnisnya.
Lebih dari sekadar gaya hidup, kesederhanaan yang ditampilkan Alen merupakan cerminan dari filosofi hidup yang ia yakini. Baginya, kesuksesan sejati diukur dari kemampuan seseorang menjaga keharmonisan dengan lingkungan sekitar.
Sikap ini menjadikannya sosok yang tidak hanya dihormati sebagai mitra bisnis, tetapi juga dirangkul sebagai bagian dari masyarakat.
Meskipun aktivitas pertambangan di Ratatotok kerap menjadi sorotan berbagai pihak, Alen tetap konsisten pada komitmennya untuk menjadi penengah dan jembatan komunikasi bagi semua elemen. Dengan merangkul masyarakat, ia berupaya membuktikan bahwa industri pertambangan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam naungan saling menghargai.
“Yang penting kita semua saling menjaga dan menghargai. Itu adalah modal utama untuk membangun daerah ini bersama-sama,” pungkas Alen menutup perbincangan dengan senyum khasnya yang merefleksikan kerendahan hatinya. (Welly)














