Minahasa, Trendkawanua.com — Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara yang juga Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, S.E., menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar program gentengnisasi segera dijalankan. Arahan tersebut disampaikan pada Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC Partai Gerindra Kabupaten Minahasa di Tondano, Sabtu (24/10/2026), dengan tema “Saya untuk Sulawesi Utara” dan “Minahasa Kompak, Bergerak dan Berdampak”.
Yulius menjelaskan bahwa program gentengisasi membuat air hujan masuk ke tanah sehingga tidak tertampung di permukaan. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menampung air hujan dan berpotensi menghadapi risiko penyakit mematikan. Dalam konteks pariwisata, program ini diharapkan tetap memperhatikan keindahan wilayah. Program bentengisasi disebut terbuat dari serabut kelapa yang dicetak ringan tetapi kuat.
Yulius menegaskan bahwa Minahasa menjadi prioritas. Pemerintah provinsi sedang menghitung luasan wilayah yang akan ditangani dan bekerja sama dengan Polres untuk menghimpun jumlah pabrik. Pabrik akan didekatkan agar menambah tenaga kerja. Ia berharap peserta yang hadir menjadi pelopor pembangunan benteng di Minahasa. “Semua yang tadi hadir di sini nanti akan menjadi pelopor pembangunan benteng di Minahasa,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Minahasa Perly Pandeirot; Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Drs. Denny Mangala; Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara Gracia Yubelinda Oroh; Bendahara DPC Partai Gerindra Kabupaten Minahasa Melky Tambariki yang juga dikaitkan dengan Bidang OKK DPC Minahasa; Ketua Panitia dr. Anita Mamuaya yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra Minahasa; serta Ketua Panitia Pelaksana Rakercab DPC Partai Gerindra Kabupaten Minahasa Putry Pontororing yang juga Wakil Ketua DPRD Minahasa.
Dalam kesempatan itu, Yulius juga menyampaikan strategi nasional di bidang kesehatan dan integrasi, Sekolah Taruna Nusantara, rumah sakit TNI, serta program studi kedokteran di Sulawesi Utara. Ia meminta kader tidak menganggap diri kecil, tidak sombong, terus berkontribusi, dan menjadi suri teladan di tempatnya masing-masing. “Jangan sombong. Ini saatnya berkontribusi,” kata Yulius.
Ia juga menyinggung dinamika politik yang mulai bergerak, termasuk terkait Bupati Minahasa dan DPRD. Menurutnya, dua bulan lagi memasuki awal Januari dan pergerakan politik kini lebih cepat dari prediksi. Ia meminta perintah DPP dilaksanakan. Yulius juga menyinggung pergantian kursi dan kesibukan politik yang terus berjalan.
Dalam paparannya, Yulius menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara berada di posisi 76,3, pertumbuhan ekonomi 5,42 persen, dan rasio gini 0,33 yang dinilai relatif aman. Sulawesi Utara juga disebut nomor satu di bidang inovasi daerah dan menerima banyak penghargaan dari pemerintah pusat maupun media nasional.
Di sektor pertambangan, Yulius menyinggung keputusan menteri yang hanya dimiliki Sulawesi Utara dan banyaknya penambang rakyat. Ia menyampaikan Presiden dan pemerintah provinsi sepakat melindungi penambang. Regulasi BBM dan pertambangan rakyat terus dievaluasi, termasuk Permen 18/2025 yang direvisi melalui perubahan Nomor 12 Tahun 2026 tanggal 10 Oktober untuk kepentingan dan perlindungan rakyat. Ia menyebut telah bolak-balik ke DPR untuk memastikan perlindungan masyarakat dalam mencari kerja dan mengelola sumber daya alam di 9 kabupaten/kota. Data 63, kurang lebih 100, 223/63, dan 60 disebut masih memerlukan pendataan lanjutan.
Yulius mengingatkan semboyan Provinsi Sulawesi Utara dan meminta semua pihak tidak ke lain hati. “Kita satu komando untuk kemenangan Indonesia dan kemenangan Prabowo Subianto,” ujarnya. (Welly)














