MANADO – Upaya mengurangi timbulan sampah rumah tangga terus didorong Pemerintah Kota Manado melalui kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Tim Penggerak PKK. Salah satunya melalui sosialisasi Gerakan Minim Sampah yang digelar di Kantor DLH Kota Manado, dengan fokus pada pemanfaatan limbah dapur menjadi kompos dan Eco Enzyme.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris DLH Kota Manado, Denny Deddy Sangkaeng, S.E., M.E., mendampingi Ketua TP-PKK Kota Manado, Ny. Irene Golda Pinontoan. Sosialisasi dibuka oleh Irene sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan kader PKK dalam membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah mulai dari rumah tangga.
Kepala DLH Kota Manado, Drs. Pontowuisang Kakauhe, M.M., melalui Denny Sangkaeng menyampaikan apresiasi kepada para kader PKK yang berperan aktif mendukung pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di dapur.

Menurut Denny, keluarga memiliki peran strategis dalam mengurangi volume sampah. Sisa bahan makanan dan limbah organik lainnya yang selama ini dibuang begitu saja masih dapat dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan tepat.
Karena itu, ia berharap Gerakan Minim Sampah tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Praktik Pembuatan Kompos dan Eco Enzyme
Sosialisasi tersebut juga diisi dengan praktik pengolahan sampah organik. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kota Manado, Lieke Kembuan, S.Sos., Aj.Ak., mendampingi Irene Golda Pinontoan dalam praktik pembuatan kompos menggunakan sisa-sisa bahan dapur.
Selain pembuatan kompos, peserta memperoleh edukasi mengenai pengolahan Eco Enzyme sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah organik. Melalui praktik langsung ini, peserta diharapkan memahami cara mengolah sisa dapur sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan sampah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Eco Enzyme Kota Manado serta para ketua TP-PKK kecamatan se-Kota Manado.
Dorong Perubahan dari Lingkungan Keluarga
Kolaborasi DLH dan TP-PKK diharapkan dapat memperluas penerapan Gerakan Minim Sampah di Kota Manado. Keluarga menjadi salah satu titik awal perubahan melalui kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah, mengolah sisa bahan dapur, dan mengurangi sampah yang dibuang.
Melalui edukasi dan praktik berkelanjutan, gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif setiap rumah tangga.
Dengan demikian, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan Eco Enzyme diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih dan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kota Manado.
(Budi)














