Manado, Sulawesi Utara, Trendkawanua.com – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMA Negeri 1 Manado mendapatkan perhatian khusus dari jajaran TP PKK dan instansi vertikal Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam momentum tersebut, diselenggarakan pula agenda Sosialisasi PAAREDI yang berfokus pada metode pola asuh anak dan remaja di era digital bagi para pelajar sekolah menengah atas se-Kota Manado.
Kehadiran para tokoh daerah ini ditujukan untuk mentransfer pengetahuan strategis demi membentengi generasi muda dari dampak negatif digitalisasi.
Kegiatan berskala regional yang berlangsung Kamis (16/7/2026) ini menjadi ruang dialog interaktif yang mempertemukan pihak pembuat kebijakan dengan para siswa secara langsung.
Melalui materi yang dipaparkan, seluruh peserta didik diharapkan mampu menyerap wawasan baru demi membangun karakter yang tangguh serta berdaya saing global.
Pihak sekolah menyambut baik inisiatif edukatif ini dan menilai ilmu yang dibagikan sangat bermanfaat sebagai bekal masa depan sekaligus instrumen vital untuk mengharumkan nama institusi pendidikan di kancah nasional.
Apresiasi yang tinggi dialamatkan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, bersama Wakil Ketua TP PKK, Dr. Merry Mailangkay Kalalo, S.H., M.H., atas dedikasi mereka dalam mengawal moralitas remaja.
Sinergitas ini juga diperkuat oleh kehadiran Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Sulawesi Utara, Arianto Batara, S.P., M.Pd., serta Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Femmy J. Suluh, M.Si. Kehadiran para pejabat teras tersebut memberikan suntikan motivasi yang besar bagi para murid baru yang tengah bertransisi ke jenjang pendidikan menengah.
Langkah kolaboratif ini mencerminkan komitmen nyata dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di Bumi Nyiur Melambai agar siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai moral.
Momentum MPLS Ramah 2026 ini diharapkan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan suportif bagi tumbuh kembang anak. Dengan iringan doa dan harapan besar, gerakan bersama ini diproyeksikan melahirkan generasi emas Sulawesi Utara yang sehat, sukses, dan mampu membawa perubahan positif di masa depan. (Welly Mamonto)














