Minahasa, Trendkawanua.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa secara resmi mengawali tahapan demokrasi tingkat desa melalui Sosialisasi Pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Selasa, (17/2/2026), ini dirancang sebagai langkah awal untuk memastikan hak masyarakat dalam menentukan pemimpin di tingkat desa.

Pembukaan sosialisasi dilakukan langsung oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, didampingi Wakil Bupati Vanda Sarundajang, Sekretaris Daerah Lynda Deisye Watania, serta jajaran Forkopimda. Acara diawali dengan peluncuran tahapan pemilihan dan penyerahan kotak suara secara simbolis dari Ketua KPU Minahasa, Rendy V. J. Suawa, kepada Bupati Robby Dondokambey.
Dalam laporannya, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Riviva Maringka mengungkapkan bahwa pemilihan hukum tua (pilhut) memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik. Proses pemilihan yang demokratis dan transparan dianggap sangat penting untuk mencegah konflik horizontal serta menjamin pengelolaan keuangan desa yang akuntabel.
“Pelaksanaan pemilihan hukum tua di Kabupaten Minahasa bukan hanya kewajiban administratif, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjaga kualitas demokrasi lokal dan memperkuat kepercayaan publik,” ujar Riviva.
Bupati Minahasa Robby Dondokambey dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga standar penyelenggaraan pilhut agar tetap menjadi referensi nasional. Ia mengingat bahwa pada periode sebelumnya, pelaksanaan demokrasi desa di Minahasa mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri.
“Pada pelaksanaan sebelumnya, Minahasa dinilai berhasil menyelenggarakan pemilihan yang tertib dan transparan, bahkan dipantau langsung oleh pemerintah pusat. Prestasi ini harus kita pertahankan dengan memastikan proses tahun 2026 berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.
Ia juga menyoroti prinsip kearifan lokal Torang Samua Basudara sebagai fondasi dalam menyikapi perbedaan pilihan. Bupati Robby Dondokambey meminta seluruh panitia pemilihan untuk menjaga netralitas dan integritas, sementara para calon hukum tua diharapkan berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan visi serta program kerja.
“Kepada seluruh aparatur pemerintah, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, saya ingatkan untuk tetap menjaga netralitas dan memberikan dukungan penuh agar seluruh tahapan berjalan baik,” ucapnya.
Di sela-sela sosialisasi, Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah di tengah berbagai peringatan hari besar keagamaan yang berlangsung bersamaan, yakni masa sengsara menjelang Paskah bagi umat Kristiani, ibadah puasa Ramadan dan Idul Fitri bagi umat Muslim, serta Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu.
Bupati berharap sinergi antara penyelenggara, peserta, dan masyarakat dapat melahirkan pemimpin desa yang memiliki legitimasi kuat untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi desa masing-masing di Minahasa. (**)














