Minahasa, Trendkawanua.com – Suasana kebersamaan menyelimuti Manado Resort Tateli ketika ratusan perempuan berseragam meriah memenuhi ruangan. Mereka adalah para kader posyandu dari seluruh penjuru Kabupaten Minahasa yang datang dengan semangat membara. Bukan sekadar pertemuan biasa, gelombang antusiasme terasa nyata saat mereka bersiap menerima amanah baru untuk mengawal masa depan kesehatan masyarakat. Senin, (9/3/2026)
Inisiatif strategis ini digagas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa sebagai respons terhadap tantangan pembangunan sumber daya manusia. Kehadiran Ny. Martina Watok Dondokambey-Lengkong, SE, selaku Ketua Tim Penggerak PKK, menambah semarak jalannya acara. Bersama Kepala Dinas Kesehatan dr. Olviane I. Rattu, M.Si, mereka memberikan motivasi langsung kepada para ujung tombak pelayanan kesehatan dari berbagai posyandu dan posyandu integrasi layanan primer (ILP).
Dalam pemaparannya, dr. Olviane I. Rattu, M.Si, menguraikan peta jalan pembangunan kesehatan yang akan ditempuh. Fokus utama diarahkan pada penguatan layanan primer melalui program inovatif seperti advokasi posyandu prima dan integrasi layanan kesehatan mental bersama BPJS. Para kader diinstruksikan untuk menghidupkan kembali denyut nadi pelayanan melalui apel pagi, rapat SAKIP, serta sosialisasi kesehatan di tingkat desa, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Percepatan penurunan angka stunting menjadi medan tempur utama dengan target ambisius 17 persen pada tahun 2026. Setiap kader dipersenjatai dengan kemampuan pemantauan ketat terhadap kesehatan ibu dan anak, dengan fokus pada ibu hamil, bayi, dan balita. Mereka akan turun ke rumah-rumah memberikan edukasi gizi, melatih pertolongan pertama, serta mengajarkan cara mengenali tanda-tanda bahaya yang memerlukan rujukan segera.
Lebih dari sekadar aspek medis, program ini merangkul dimensi kemanusiaan yang lebih luas. Para kader tidak hanya dituntut cekatan dalam mengukur lingkar lengan atau menimbang berat badan, tetapi juga menjadi pendengar yang baik bagi warga yang membutuhkan dukungan mental. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu menjaring persoalan kesehatan dari akar rumput sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.
Filosofi khas Minahasa “Sitou Timou Tumou Tou” yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan orang lain, menjadi roh dari gerakan ini. Semangat gotong royong dan pengabdian itulah yang memenuhi dada setiap peserta saat mereka mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka menyadari bahwa tugas yang diemban bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati untuk mencerdaskan dan menyehatkan kehidupan.
Keseriusan program ini terlihat dari mekanisme monitoring yang akan dilakukan secara berkala oleh Dinas Kesehatan. Para kader tidak akan berjalan sendiri; mereka akan didampingi, dievaluasi, dan terus diberikan penguatan kapasitas. Hal ini memastikan bahwa setiap program yang dicanangkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan terimplementasi nyata di lapangan.
Saat mentari mulai condong ke barat, para kader bersiap meninggalkan Manado Resort Tateli dengan langkah mantap. Di dalam dada mereka, tersimpan mandat baru untuk memastikan setiap keluarga di Minahasa mendapatkan haknya atas kehidupan yang sehat. Mereka adalah benteng terdepan yang akan mewujudkan mimpi besar menjadikan Bumi Nyiur Melambai sebagai kabupaten dengan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. (Welly)














