Minahasa, Trendkawanua.com- Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Kelas IIB Tondano terus berupaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM) jajarannya. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Pembinaan Fisik, Mental dan Disiplin (FMD) yang dikombinasikan dengan pelatihan menembak. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (29/11) ini merupakan hasil sinergi yang solid antara Lapas Tondano dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 1302/Minahasa.
Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh seluruh petugas Lapas Tondano.Tujuannya adalah untuk memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta mengasah kemampuan teknis operasional petugas. Hal ini dinilai sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Lapas, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya,pelatihan menembak dipimpin secara langsung oleh para instruktur profesional dari Kodim 1302/Minahasa. Mereka memberikan pembekalan mendalam mengenai teknik dasar menembak yang baik dan benar, tata cara penggunaan senjata api, serta yang terpenting, penekanan pada prosedur standar keselamatan selama latihan berlangsung. Hal ini memastikan bahwa kegiatan tidak hanya efektif, tetapi juga berjalan dengan aman dan terkendali.
Kepala Lapas(Kalapas) Tondano, Akhmad Sobirin Soleh, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah yang pertama, melainkan bagian dari program berkelanjutan untuk membangun SDM yang unggul. Ia menyatakan, “Pembinaan FMD dan pelatihan menembak ini penting agar petugas selalu siap, tanggap, dan profesional dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan, sekaligus memperkokoh integritas mental dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.”
Lebih lanjut,Sobirin menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas petugas memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan dan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Petugas yang profesional, sehat secara fisik, dan tangguh secara mental diharapkan dapat menciptakan lingkungan Lapas yang lebih kondusif bagi program rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Kerja sama yang erat antara Lapas Tondano dan Kodim 1302/Minahasa dalam kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi lintas sektor dan instansi.Sinergi seperti ini sangat vital dalam mendukung terciptanya keamanan yang komprehensif serta pembinaan SDM yang berkualitas di lingkungan pemasyarakatan, yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Minahasa.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan diwarnai semangat kebersamaan yang tinggi dari seluruh peserta.Ke depan, pelatihan semacam ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin dan dikembangkan lagi bentuk pembinaannya. Hal ini merupakan investasi jangka panjang untuk terus mengasah profesionalisme dan menjaga kinerja optimal seluruh petugas Lapas Tondano. (Welly Mamonto)














