Tikela, Minahasa, Trendkawanua.com – Pesta demokrasi di tingkat desa telah usai. Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Tikela, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Rabu (17/6/2026), melahirkan satu pesan menggema dari seluruh elemen masyarakat: haus akan perubahan.
Romi Dolvie Kirangen keluar sebagai pemenang dengan kemenangan yang tak terbantahkan unggul lebih dari 100 suara dari empat kandidat lainnya, sekaligus mengokohkan mandat rakyat terhadap visi pembaruan yang diusungnya.
Di tengah hiruk-pikuk proses demokrasi yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari, warga Desa Tikela berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara dengan semangat yang membara.
Antusiasme itu tak hanya terlihat dari tingginya angka partisipasi, tetapi juga dari tatapan penuh harap yang terpancar dari setiap wajah dari para petani yang baru turun dari ladang, ibu-ibu rumah tangga yang rela mengantre panjang,hingga generasi muda yang membawa obor perubahan.
Suasana akrab khas Minahasa terasa begitu kental, diiringi senyuman dan saling sapa antar tetangga, meski pilihan politik mereka berbeda. Hari ini menjadi saksi bagaimana suara rakyat bersatu dalam satu kesimpulan: Romi Dolvie Kirangen adalah pilihan hati nurani mayoritas.
Hasil akhir yang menunjukkan keunggulan signifikan disambut gemuruh sorak kemenangan dan derasnya ucapan terima kasih dari para pendukung yang memadati lokasi penghitungan suara. Kemenangan ini dinilai bukan sekadar angka, melainkan amanat politik yang kuat untuk membawa Desa Tikela memasuki babak baru pembangunan yang lebih progresif, transparan, dan berpihak pada kepentingan warga.
“Ini bukan hanya kemenangan seorang calon, tetapi kemenangan harapan kolektif masyarakat yang menginginkan perubahan nyata. Kami percaya Pak Romi akan mewujudkan desa yang lebih baik,” ujar Welly Mamonto, salah seorang warga dengan suara lantang penuh keyakinan.
Dengan selisih suara yang terpaut cukup jauh, Romi Dolvie Kirangen berhasil menunjukkan betapa tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya.
Dukungan melimpah ini diharapkan menjadi modal besar untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur, meningkatan mutu pelayanan publik, memberdayakan ekonomi kerakyatan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih terbuka dan akuntabel.
Meski kontestasi telah usai, masyarakat diajak untuk mengakhiri seluruh dinamika politik dan kembali merajut persatuan. Perbedaan pilihan dianggap sebagai bagian manis dari proses demokrasi, sementara semangat kebersamaan menjadi fondasi utama dalam membangun Desa Tikela yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada langkah awal kepemimpinan Romi Dolvie Kirangen. Mandat besar yang diberikan warga menjadi pengingat agar setiap program yang dijanjikan dapat diwujudkan melalui kerja nyata dan dedikasi tulus.
Sebab, kemenangan di bilik suara harus benar-benar bertransformasi menjadi kemenangan bagi seluruh warga Desa Tikela dari ujung kampung hingga pusat desa, dari generasi tua hingga masa depan anak-anak Minahasa. (James)














