Minahasa, Trendkawanua.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, memantau langsung progres pembangunan kandang ayam petelur di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rabu (24/6).
Pemantauan ini dilakukan bersama Kepala Seksi Bimbingan Narapidana, Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasibinapigiatja), Joutje E. Sinulan, untuk memastikan seluruh sarana pendukung berjalan sesuai rencana dan siap digunakan.
Pembangunan kandang ayam petelur ini merupakan program strategis Lapas Tondano dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.
Yulius menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kemampuan bernilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah menjalani masa pidana.
“Kami ingin memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat. Harapannya, setelah selesai menjalani masa pidana, mereka memiliki kemampuan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan produktif di masyarakat,” ujar Yulius.
Program peternakan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi telur, tetapi juga memberikan pelatihan menyeluruh, mulai dari pemeliharaan ayam, pengelolaan kandang, hingga pemanfaatan hasil produksi.
Selain keterampilan teknis, program ini juga bertujuan membentuk karakter warga binaan agar lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
Kasibinapigiatja Joutje E. Sinulan menyatakan pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan pembinaan kemandirian agar berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata.
Keberadaan kandang ayam petelur di kawasan SAE menjadi bukti komitmen Lapas Kelas IIB Tondano dalam menghadirkan program pembinaan inovatif dan berkelanjutan.
Program ini sekaligus mendukung ketahanan pangan serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali berintegrasi di tengah masyarakat setelah bebas. (Welly Mamonto)














