Sulawesi Utara, Trendkawanua.com – Suasana hangat menyelimuti rangkaian Serah Terima Jabatan (Sertijab) di lingkungan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut). Momen itu bukan sekadar seremoni pergantian posisi, melainkan panggung pesan kuat tentang soliditas, komunikasi, dan kesiapan jajaran kepolisian dalam menjalankan amanah negara.
Di tengah dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks, jabat tangan antara Kapolda Sulut Brigjen Pol Yudo Hermanto dan Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Golfried Hasiholan Pakpahan menjadi sorotan.
Gestur sederhana itu menyiratkan pesan mendalam tentang pentingnya kekompakan antara pimpinan Polda dan jajaran kewilayahan dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kamis (10/9/2026)
Momen tersebut menjadi lebih dari sekadar dokumentasi Sertijab. Ia melambangkan bahwa setiap pergantian jabatan membawa konsekuensi berupa tanggung jawab, integritas, dan tuntutan untuk memberikan kinerja terbaik. Sertijab sendiri merupakan bagian dari strategi organisasi untuk melakukan penyegaran, regenerasi kepemimpinan, sekaligus memastikan roda pelayanan kepolisian terus berjalan secara profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bagi Kapolres Boltim Golfried Hasiholan Pakpahan, amanah kepemimpinan di wilayah hukum Kabupaten Bolaang Mongondow Timur bukanlah tanggung jawab ringan.
Berbagai dinamika kamtibmas di tengah masyarakat menuntut kehadiran polisi yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan kepercayaan publik. Karena itu, soliditas dengan Polda Sulut menjadi salah satu modal penting dalam memastikan setiap kebijakan dan pelaksanaan tugas di tingkat kewilayahan berjalan searah, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Pesan yang tersirat jelas: jabatan boleh berganti, posisi boleh berubah, tetapi komitmen untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tidak boleh ikut berubah. Soliditas diperkuat, amanah dipertanggungjawabkan, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi ukuran utama. (Red)














