Manado, Trendkawanua.com Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, SE, membakar semangat kebangkitan Persma 1960 dengan seruan penuh gairah: “Persma Bangkit! Satu Komando. Petarung!” Ia menegaskan, klub legendaris ini bukan sekadar tim sepak bola, tapi simbol identitas dan harga diri warga Sulut.
Dulu, nama Persma Manado menggema di stadion-stadion nasional. Bendera biru langitnya selalu membangkitkan kobaran semangat rakyat Sulawesi Utara, dari tribun penonton hingga kampung-kampung terpencil. Persma bukan cuma soal kemenangan di lapangan; ia mewakili kebanggaan kolektif daerah yang penuh daya juang.
Kini, Gubernur YSK menyerukan agar Persma tak lagi jadi kenangan usang. “Saatnya bangkit!” tegasnya, menjadikan klub ini sebagai ikon Sulut yang maju, kuat, dan berkarakter petarung. Sepak bola, baginya, lebih dari menang-kalah—ini soal membangun sportivitas, daya saing, dan kebersamaan masyarakat Sulawesi Utara.
Bangkitnya Persma adalah panggilan bagi semua elemen: anak muda berbakat, pelatih berpengalaman, mantan pemain legendaris, pengusaha pendukung, serta pecinta bola sejati. Gubernur mengajak mereka bersatu di bawah satu komando, dengan semangat petarung yang tak kenal menyerah.
“Mari buktikan darah merah kita masih panas,” himbau YSK. Sulawesi Utara punya nyali, mimpi besar, dan tekad kuat untuk berdiri sejajar dengan tim-tim elite Indonesia. Ini momentum untuk hilangkan keraguan dan nyalakan api ambisi yang lama redup.
Persma bukan nostalgia belaka. Ia adalah masa depan sepak bola Sulut yang cerah. Gubernur menekankan, kebangkitan ini harus dimulai sekarang, dengan gotong royong semua pihak untuk bangun fondasi kuat klub di Liga 4 nasional.
Seruan ini datang pasca persiapan intensif launching Persma 1960 di Lapangan KONI Manado. Dukungan Pemprov Sulut, termasuk tinjauan langsung Gubernur, menunjukkan komitmen penuh untuk dorong olahraga sebagai pilar pembangunan daerah.
Dengan semangat “Satu Komando. Petarung!”, YSK yakin Persma akan kembali mengharumkan nama Sulawesi Utara. Ini bukan akhir dari masa lalu, tapi awal baru era kejayaan yang inklusif dan profesional. (Welly Mamonto)














