Manado, Trendkawanua.com – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menyapa jemaat dengan cara yang tak biasa pada Minggu (8/2/2026) pagi. Di Gereja GMIM Eben Heazer Bumi Beringin, ia tampil bukan sebagai kepala daerah, melainkan sebagai pembina bagi puluhan anak Sekolah Minggu yang memenuhi bangku gereja.
Ditemani sang istri, Gubernur Yulius menghadiri ibadah dengan penuh keakraban, tanpa sekat protokoler. Ia secara langsung berinteraksi dengan anak-anak, menyapa dengan senyum dan bahasa yang sederhana, layaknya seorang guru yang akrab dengan murid-muridnya.
Dalam pembinaannya, Gubernur Yulius membawakan firman dari Injil Markus 10:13 yang menceritakan kasih Yesus kepada anak-anak. “Yesus sangat mengasihi anak-anak. Karena itu, kalian juga harus belajar saling mengasihi,” pesannya lembut kepada para peserta Sekolah Minggu. Ia mengajak mereka membiasakan berdoa dan menumbuhkan kasih sejak usia dini.
Gubernur juga menyelipkan pesan mengharukan bagi keluarga. “Jangan lupa doakan papa dan mama supaya selalu sehat dan kuat bekerja untuk keluarga,” ujarnya, menekankan pentingnya doa dan rasa syukur dalam unit terkecil masyarakat. Suasana pun semakin cair dengan dialog ringan, tanya jawab, dan canda yang memancing tawa.
Kehadirannya sebagai pembina Sekolah Minggu ini memiliki makna khusus. Julukan “Engku Sekolah Minggu” yang disematkan jemaat kepadanya berangkat dari latar belakangnya yang pernah aktif sebagai guru Sekolah Minggu sebelum memasuki dunia militer dan politik.
Dengan kesibukannya memimpin daerah, langkah Gubernur Yulius kembali ke mimbar pelayanan anak-anak ini diapresiasi sebagai bentuk ketulusan dan kerendahan hati. Ia menunjukkan bahwa pelayanan akar rumput tetap menjadi perhatiannya.
Momen kebersamaan yang hangat ini pun diabadikan oleh jemaat. Kehadiran Gubernur tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak, tetapi juga mengingatkan seluruh jemaat akan nilai pelayanan yang tulus, sebagaimana teladan yang diajarkannya pagi itu. (Welly)














