Minahasa, Trendkawanua.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam percepatan penurunan prevalensi stunting kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, secara resmi membuka Workshop Penurunan Stunting Kecamatan Kawangkoan Utara Tahun 2025, Selasa (2/12/2025), di Balai Kemasyarakatan Desa Kiawa Dua Timur.
Dalam sambutannya yang sekaligus menjadi materi utama, Wabup Vanda Sarundajang menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. “Percepatan penurunan stunting adalah tugas bersama dan menjadi prioritas pemerintah. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi solid lintas sektor, dari tingkat desa hingga kabupaten,” tegasnya di hadapan para peserta.
Sarundajang memaparkan strategi yang berfokus pada dua pendekatan utama. Pertama, intervensi spesifik yang menyasar kelompok rentan, seperti pemenuhan gizi ibu hamil dan anak balita. Kedua, intervensi sensitif melalui penguatan ekonomi keluarga, akses air bersih, dan sanitasi lingkungan, yang menjadi faktor penentu tidak langsung.
“Kita harus bekerja secara terukur dan berkesinambungan. Edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, dan peran aktif kader menjadi ujung tombak perubahan perilaku di tingkat masyarakat,” imbuh Wabup yang akrab disapa Ibu Vanda tersebut.
Workshop ini dinilai strategis karena melibatkan seluruh aktor kunci di tingkat kecamatan dan desa. Turut hadir Camat Kawangkoan Utara, para Hukum Tua (Kepala Desa), perangkat desa, kader kesehatan Posyandu, serta pendamping program dari berbagai organisasi masyarakat.
Kehadiran para Hukum Tua menjadi sinyal kuat penguatan peran pemerintah desa. Mereka diharapkan dapat mengalokasikan anggaran dan program inovatif yang mendukung upaya pencegahan stunting, sekaligus menggerakkan partisipasi seluruh warga.
“Melalui forum ini, kami berharap terbangun sinergi dan pemahaman yang sama. Setiap desa di Kawangkoan Utara diharapkan dapat menyusun rencana aksi konkret dengan target yang jelas,” ujar seorang perwakilan panitia kegiatan.
Workshop Penurunan Stunting ini tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga dirancang sebagai ruang diskusi untuk identifikasi masalah spesifik di setiap desa serta berbagi praktik terbaik. Diharapkan, langkah ini menjadi pemantik aksi kolektif yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas generasi muda Minahasa di masa depan. (Welly Mamonto)














