Minahasa, Trendkawanua.com — Suasana sakral menyelimuti Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Selasa (14/7/2026), saat Bupati Minahasa Robby Dondokambey memimpin pengambilan sumpah dan janji 128 Hukum Tua terpilih se-Kabupaten Minahasa .
Di antara deretan nama yang dilantik, sorotan utama tertuju pada Romi Dolvi Kirangen, Hukum Tua Desa Tikela, Kecamatan Tombulu, yang membawa mandat rakyat dengan kemenangan mutlak lebih dari 100 suara .
Prosesi pelantikan ini menjadi puncak dari seluruh tahapan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak yang digelar 17 Juni lalu . Di hadapan para pemimpin desa yang baru dilantik, Bupati Robby menyampaikan amanat penting bahwa sumpah jabatan bukanlah sekadar rangkaian kata, melainkan ikrar suci yang dipertanggungjawabkan kepada pemerintah, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Kuasa .
Romi Dolvi Kirangen, yang maju sebagai calon nomor urut 5, berhasil meraih 139 suara, unggul signifikan dari empat kandidat lainnya .
Kemenangan ini bukan hanya catatan elektoral, melainkan bentuk kepercayaan masyarakat Desa Tikela terhadap visi pembaruan yang diusungnya.
“Puji syukur kepada Tuhan, acara ini bisa berjalan dengan baik. Saya yakin ini campur tangan Tuhan sehingga saya terpilih,” ujar Romi dengan penuh haru usai pelantikan .
Pernyataan ini menegaskan dimensi spiritual yang mewarnai perjalanan kepemimpinannya sejak awal.
Romi dikenal sebagai sosok yang dekat dengan warga dan aktif dalam kegiatan adat maupun keagamaan .
Kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Tikela menjadi modal sosial yang kuat sekitar 80 persen warga disebutkan telah memberikan dukungan kepadanya sebelum pemilihan .
Figur yang lahir dan besar di Tikela ini dinilai mampu menjadi jembatan antara aspirasi warga dan kebijakan pemerintah .
Dalam amanatnya, Bupati Robby Dondokambey menekankan bahwa jabatan Hukum Tua adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas .
Para pemimpin desa diminta untuk mengelola pemerintahan desa secara profesional, transparan, akuntabel, dan bebas dari penyalahgunaan wewenang .
Bupati juga mengingatkan bahwa kontestasi politik telah usai. “Hari ini tidak ada lagi mendukung nomor berapapun, yang ada hanyalah masyarakat desa yang harus hidup dalam persaudaraan,” tegasnya .
Setiap Hukum Tua diharapkan merangkul seluruh warga tanpa membedakan latar belakang, status sosial, maupun pilihan politik.
Kepada Romi Kirangen secara khusus, amanat ini menjadi panggilan untuk mewujudkan janji-janji kampanyenya: membenahi tata kelola pemerintahan, memperbaiki infrastruktur jalan dan saluran air, serta mengembangkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pertanian dan usaha mikro .
Mengakhiri sambutannya, Bupati Robby menyampaikan renungan mendalam: masyarakat mungkin akan melupa kapan seorang pemimpin dilahirkan atau pidato apa yang pernah disampaikan, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana pemimpin itu memperlakukan mereka, apakah hadir saat warga mengalami kesulitan, dan apakah memimpin dengan hati atau sekadar jabatan .
Romi Dolvi Kirangen, akan fokus pada tugasnya sebagai Hukum Tua yang baru dilantik, kini memikul tanggung jawab historis.
Dengan mengusung semangat syukur kepada Tuhan dan komitmen terhadap amanah rakyat, ia diharapkan mampu meninggalkan warisan terbaik: desa yang maju, masyarakat yang rukun, generasi muda yang bangga terhadap kampung halaman, dan nama baik yang akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang mengabdi dengan tulus . (Welly Mamonto)














